Brosur, Pamflet, dan Leaflet : Pahami Apa Perbedaannya

admin

Saat ini, pemilik bisnis tidak dapat berfungsi tanpa beberapa bentuk media periklanan. Hal ini disebabkan karena konsumen dapat belajar tentang layanan dan produk baru melalui berbagai bentuk media periklanan.

Namun, tidak semua pengusaha cukup cerdas untuk menggunakan saluran periklanan yang paling efektif dan memberikan informasi lengkap yang mereka butuhkan kepada pelanggan.
Berbagai macam pendekatan dapat diambil ketika pemasaran dengan konten.

Sekarang, tahukah Kamu perbedaan antara brosur pamflet dan leaflet? tiga jenis materi pemasaran offline yang paling umum? Seorang pemasar, juga seorang desainer, perlu menyadari perbedaan antara ketiganya (brosur pamflet dan leaflet) untuk menghasilkan format konten yang ideal.

Brosur pamflet dan leaflet semuanya tampak sangat mirip pada pandangan pertama. Ukuran, bentuk, dan penampilan keseluruhan semuanya sebanding. Akibatnya, membedakan perbedaan akan cukup menantang.

Setiap cetakan yang disebutkan di atas terlihat sama pada pandangan pertama, tetapi ketika Kamu mempertimbangkan lipatan dan alasan produksinya. Kamu akan melihat perbedaan halus di antara mereka (brosur pamflet dan leaflet). Ini akan menjadi subjek pemeriksaan yang akan dilakukan.

Selain itu, bagian akhir artikel ini menjelaskan perbedaan antara brosur pamflet dan leaflet.

membaca brosur
Membaca Brosur (Photo by FORTYTWO on Unsplash)

Apa Itu Brosur

Istilah “brosur” sering digunakan secara bergantian dengan pamflet, leaflet, selebaran dan bahkan “flyer”. Lalu, apa sebenarnya brosur itu? Brosur dapat merujuk pada salah satu dari tiga hal dalam KBBI:

  • Bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem
  • Cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid
  • Selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tapi lengkap tentang suatu perusahaan atau organisasi


Dari ketiga definisi ini, jelas bahwa brosur merupakan cetakan informasional yang biasanya digunakan dalam periklanan serta dapat dilipat.

Biasanya, ini dirancang untuk digunakan perusahaan/ organisasi saat berkomunikasi dengan klien menggunakan ukuran kertas standar. Kenapa?. Alasannya, Kamu bisa menggunakan ukuran kertas A4 standarr, atau mungkin sama dengan ukuran cetak lainnya seperti flyer, poster, dan booklet.

Selain itu, brosur mudah dibedakan dari bentuk periklanan lain karena pembuatnya mengharapkan target mereka untuk menyimpannya untuk jangka waktu yang lama. Jadi, brosur perlu dicetak di atas kertas besar.

Dari segi desain, ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan, dari sudut desain tetapi masih menggunakan trik menarik mata (warna atau pola seperti itu) untuk menarik pemirsa.

Tujuan Brosur

Brosur berfungsi sebagai media informasi yang dimaksudkan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca, dengan tujuan akhir untuk mendidik pembaca dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai macam barang, biaya, dan bahan baku yang digunakan dari produk yang diiklankan.

Selain itu, brosur memiliki tujuan lain, yaitu membujuk pembacanya untuk mengubah sikap, perilaku, dan aspek lain dari kehidupan sosial mereka. Ini adalah tujuan persuasif brosur. Dalam kebanyakan kasus, struktur frasa menyerupai ajakan atau rayuan, dan ini dilakukan dengan sengaja agar pembaca memperhatikan brosur yang ditawarkan.

contoh brosur
Contoh Brosur (Image by Freepik)

Jenis – jenis Brosur

Ada beberapa jenis brosur yang berbeda, masing-masing dirancang dengan bentuk dan persyaratan tertentu, seperti:

Poster

Dalam kebanyakan kasus, poster digunakan untuk memberikan informasi singkat tentang barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Prosedur penyampaian informasi di tempat-tempat penting seperti dinding, tiang, dan lain-lain dipermudah dengan penggunaan formulir yang dapat ditempelkan di permukaan.

Meskipun demikian, poster biasanya memiliki jumlah ruang yang terbatas, sehingga informasi yang diberikan tampak padat.

Booklet

Booklet dilipat hanya dalam satu arah dan terdiri dari beberapa lembar kertas yang dihubungkan bersama seperti halaman dalam buku tetapi tidak memiliki penjilidan. Karena Booklet mencakup lebih banyak halaman daripada pamflet, yang pertama mungkin memuat lebih banyak informasi yang dimaksudkan untuk dikomunikasikan.

Folder

Buklet, selebaran, dan brosur adalah tiga komponen yang membentuk folder. Desain luarnya lebih mengingatkan pada map, dan di bagian dalam terdapat saku yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai lembar yang mungkin berisi informasi, surat, pamflet, atau kartu nama.

Cara Membuat Brosur

Berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat saat merancang brosur Anda.

Gunakan Aplikasi Desain

Ada berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat desain brosur ini lebih menarik, dan aplikasi ini dapat digunakan karena terobosan teknologi sedang terjadi. Anda memiliki opsi untuk menggunakan platform Canva, selain Photoshop dan program kreatif lainnya.

Tentukan Target Market

Saat mengembangkan brosur, langkah pertama adalah mengidentifikasi demografi audiens yang akan dilayani oleh publikasi. Isi brosur akan lebih efektif dan sesuai dengan target pasar jika dirancang dan ditulis dengan cara yang sesuai dengan audiens.

Buat Konten Brosur Secara Efektif

Informasi yang dirinci dalam brosur harus mudah dipahami dan dapat diterapkan. Penggunaan font yang menarik adalah metode lain untuk offline di pembaca. Pembaca akan lebih mudah memperoleh informasi yang relevan dan tepat sasaran jika disajikan dengan cara yang menarik.

Pentingnya Menggunakan Pencetakan Berkualitas

Jika sudah memiliki desain yang bagus untuk brosur, Kamu perlu memastikan bahwa itu dilengkapi dengan kualitas cetak yang sangat baik sehingga brosur yang Kamu dapatkan juga memiliki kualitas yang tinggi. Pilih digital printing/ percetakan dengan tepat agar hasil tidak mengecewakan.

Apa Itu Pamflet

Pamflet merupakan jenis media lain yang sering digunakan untuk tujuan pemasaran. Selembar kertas yang tidak dilipat menjadi bentuk tertentu dan dimaksudkan untuk menarik perhatian audiens tertentu dikenal sebagai pamflet.

Selain itu, tidak ada penutup atau volume yang melekat padanya. Untuk menekan biaya produksi media ini seminimal mungkin, media ini sering dicetak di atas kertas berukuran 8,5 inci kali 11 inci. Di sisi lain, itu juga dapat diproduksi dalam berbagai ukuran yang mudah diproduksi sesuai dengan spesifikasi organisasi.

Tujuan Pamflet

Pamflet adalah bentuk komunikasi yang dapat berguna dalam pengaturan perusahaan. Pembaca harus berhenti membaca pamflet karena telah dididik, diinformasikan, atau dihibur. Distribusi pamflet memiliki berbagai tujuan, termasuk promosi slogan dan komunikasi pesan.

Seiring perkembangannya, Pamflet datang untuk menggabungkan berbagai konten, termasuk beragam publikasi penelitian dan temuan ilmiah. Ada tiga alasan utama mengapa pamflet digunakan, yaitu sebagai berikut:

  • Untuk mengiklankan atau mempublikasikan barang dan jasa perusahaan, seperti dalam hal pamflet promosi.
  • Menyediakan kepada pembaca bahan-bahan pendidikan dan pengajaran, seperti pamflet pendidikan.
  • Mampu menarik perhatian siapa saja yang mengambil pamflet dan membacanya.

Manfaat Pamflet

Penggunaan pamflet memiliki banyak keuntungan, beberapa di antaranya tercantum di bawah ini untuk Anda teliti:

  1. Menyediakan informasi, seperti bagaimana mengelola sampah rumah tangga atau praktik yang ramah lingkungan.
  2. Menyampaikan informasi mengenai dampak suatu tindakan, seperti penyampaian informasi mengenai dampak illegal logging atau penyampaian informasi mengenai dampak membuang sampah sembarangan.
  3. Mengundang atau mendorong pembaca untuk terlibat dalam kegiatan yang membangun.
  4. Mengingatkan pembaca untuk tidak melakukan perilaku yang tidak baik, seperti tidak membuang sampah di selokan.
  5. Tawarkan kepada pembaca beberapa kata-kata bijak, seperti pentingnya membersihkan tangan sebelum makan.

Jenis – jenis Pamflet

Ada beberapa jenis pamflet yang perlu Anda ketahui, khususnya:

Pamflet Niaga

Pamflet yang dirancang khusus untuk tujuan menjalankan bisnis dikenal sebagai pamflet komersial. Pamflet memuat produk yang akan disajikan dan biasanya diikuti dengan ajakan agar pembaca tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan dalam pamflet dengan memberikan insentif seperti diskon atau bonus.

Pamflet Budaya

Pamflet jenis ini biasanya digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai suatu bangsa dan budayanya. Materi ini dapat mencakup rincian geografis, statistik demografi yang disajikan dalam bentuk infografis atau data statistik, dan jumlah penduduk bangsa yang bersangkutan.

Pamflet Pendidikan

Pamflet jenis ini merupakan salah satu jenis pamflet yang dibuat untuk dapat memberikan dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pendidikan. Misalnya, kompetisi pendidikan atau seminar pendidikan yang dapat diikuti oleh siswa, guru, dan perangkat pendidikan lainnya adalah contoh dari jenis acara yang dijelaskan dalam pamflet jenis ini.

Pamflet Kegiatan

Pamflet kegiatan ini merupakan salah satu pamflet yang dibuat untuk dapat mengkomunikasikan informasi tentang suatu kegiatan atau kegiatan kepada pembaca. Tujuan pamflet ini adalah untuk menggugah minat pembaca terhadap kegiatan atau kegiatan yang dimaksud dan mendorong mereka untuk mengambil bagian di dalamnya. Misalnya, kegiatan seperti seminar yang berpusat pada keyakinan agama.

Pamflet Politik

Kategori pamflet ini mencakup kegiatan dan kegiatan politik, seperti kampanye, dengan maksud membujuk pembaca untuk memilih pasangan calon tertentu di partai politik yang dicalonkan oleh partai tersebut.

Bentuk Pamflet

Pamflet di bawah ini adalah contoh format yang direkomendasikan karena digunakan secara luas dan dipandang berguna untuk proses pengiriman pesan.

  • Pamflet Lipat Tengah
  • Pamflet Lipat Roll
  • Pamflet Lipat Zigzag
  • Pamflet Lipat Gerbang

Cara Membuat Pamflet

Berikut adalah beberapa pendekatan berbeda untuk membuat pamflet.

  1. Mengidentifikasi ide pokok atau fokus dari materi yang akan dibahas;
  2. Pilih skema warna yang sesuai dan pastikan bahwa tata letak dan komposisi diatur ke dimensi yang sesuai;
  3. Menentukan posisi gambar dan mengilustrasikan pesan yang ingin disampaikan;
  4. Munculkan tagline yang menarik perhatian;
  5. Beri warna yang menonjol dari sekitarnya agar mudah terbaca. Anda harus memilih kombinasi warna yang tidak akan berbenturan, dan Anda harus menggunakan gambar langsung daripada banyak kata yang berlebihan.
  6. Pastikan untuk memperhatikan jarak antar huruf serta ukuran font.

Apa itu Leaflet?

Sudah menjadi praktik umum untuk mendistribusikan leaflet dalam ukuran yang lebih ringkas daripada brosur, dan desainnya biasanya lebih rumit daripada flyer. Karena leaflet dimaksudkan untuk dibaca dengan cepat dan mudah oleh orang yang mendapatkan informasi, leaflet biasanya ditampilkan di tempat yang sering dikunjungi konsumen dan mudah diakses oleh mereka.

Ada sejumlah manfaat yang terkait dengan leaflet, termasuk fakta bahwa leaflet itu ringkas dan singkat, sehingga memudahkan penerima untuk memahami informasi. Namun, leaflet memang memiliki keterbatasan, seperti terbatasnya informasi yang diberikan, ketidakmampuan untuk menjelaskan hal-hal secara lebih rinci, dan fakta bahwa mereka hanya berkonsentrasi pada topik tertentu.

Tujuan Leaflet

Selebaran tidak hanya dapat digunakan sebagai alat untuk pemasaran dan periklanan, tetapi juga melayani sejumlah fungsi penting lainnya, termasuk contoh berikut:

  • Sebagai bentuk iklan suatu perusahaan, jasa, produk, atau acara yang akan diadakan.
  • Untuk mengomunikasikan informasi tentang perusahaan atau acara kepada khalayak luas agar informasi tersebut dapat diakses oleh sebanyak mungkin individu. Informasi yang dicantumkan dalam leaflet, seperti
    1. nama perusahaan atau nama kegiatan;
    2. produk dan jasa yang ditawarkan;
    3. manfaat yang terkait dengan produk atau layanan;
    4. instruksi tentang cara memesan; dan
    5. kontak yang dapat dihubungi oleh pembaca.
  • Jika tata letaknya imajinatif dan menarik secara visual, akan lebih mudah bagi pembaca untuk mengingat nama produk atau merek yang sedang dipromosikan. Identitas perusahaan atau merek yang diberikan dapat ditemukan pada leaflet, yang digunakan sebagai alat informasi.
  • Salah satu tujuan penggunaan leaflet ini adalah untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan profil singkat suatu badan usaha kepada penerima informasi tersebut. Pembaca akan dapat menghubungi perusahaan Kamu kapan pun mereka membutuhkan produk atau layanan yang disediakan oleh perusahaan itu.
  • Terakhir, penggunaan selebaran bertujuan untuk meringankan beban keuangan yang terkait dengan proses periklanan.

Bentuk Leaflet

Dalam kebanyakan situasi, format leaflet sebanding dengan selembar kertas yang dilipat. Jumlah lipatan akan diubah tergantung pada berbagai faktor, termasuk alasan produksi, kepadatan bahan, dan konsep desain keseluruhan leaflet. Berikut ini adalah contoh beberapa dari beberapa jenis lipatan yang dapat dilihat pada leaflet:

Half fold/ Single fold (lipat dua)

Dengan menggunakan metode ini, kertas dilipat menjadi dua sehingga kedua sisi memiliki luas permukaan yang sama.

Trifold

Metode yang melibatkan melipat selebaran menjadi tiga bagian sambil mempertahankan dimensi yang seragam di ketiga sisinya.

Window fold/Gate fold

Teknik yang hampir identik dengan metode trifold, dengan pengecualian area yang dilipat identik hanya di sisi kiri dan kanan. Saat dilipat, hanya bagian tengah yang terlihat, padahal bagian tengah adalah bagian terbesar.

Lipat empat

Dengan menggunakan metode ini, selebaran dilipat menjadi empat sisi yang semuanya sama panjang.

Cara Membuat Leaflet

  • Heading
    Bagian terpenting dari selebaran adalah Heading. Bahasa yang digunakan dalam bagian ini harus dibuat dalam kalimat yang ringkas dan mudah dipahami, dan harus menyertakan frasa yang ringkas dan kuat.
  • Subpos
    Subpos selebaran digunakan untuk menekankan pentingnya informasi yang akan dikomunikasikan. Selain itu, subpos dapat digunakan untuk memperkenalkan paragraf yang berbeda dalam tubuh utama teks untuk menjembatani kesenjangan yang ada antara judul pesan dan tubuh utama komunikasi.
  • Teks
    Tujuan teks adalah untuk menarik perhatian pembaca dalam beberapa kalimat pertama. Kalimat pertama atau kedua harus memiliki fakta yang dapat diandalkan dan dikonfirmasi, dan harus dilengkapi dengan grafik atau kata-kata yang menggambarkan pesan yang ingin dikomunikasikan.

Perbedaan Brosur Pamflet dan Leaflet

Dari berbagai alasan yang diberikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada tiga perbedaan utama antara brosur pamflet dan leaflet. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

Perbedaan Bentuk Brosur Pamflet dan Leaflet

Perbedaan bentuk brosur pamflet dan leaflet biasanya, brosur akan menyertakan informasi yang asli, ringkas, dan mudah dipahami. Pamflet memang menyertakan kalimat yang dimaksudkan untuk membujuk pembaca agar berpartisipasi dalam beberapa kegiatan, namun tidak. Sementara itu, leaflet menyertakan struktur kalimat yang lebih pendek untuk memberikan informasi.

Perbedaan Tujuan Brosur Pamflet dan Leaflet

Dalam hal perbedaan tujuan brosur pamflet dan leaflet, penyebaran informasi adalah tujuan dari pamflet. Tujuan utama leaflet adalah untuk memberi pembaca informasi ringkas mengenai organisasi atau bisnis. Brosur, di sisi lain, dibuat dengan tujuan mempromosikan atau menjual produk atau layanan perusahaan.

Perbedaan Unsur Brosur Pamflet dan Leaflet

Dari segi perbedaan unsur brosur pamflet dan leaflet. Pamflet dan brosur sama-sama berisi informasi tentang produk atau layanan yang diiklankan. Perbedaan antara keduanya adalah pamflet menjelaskan informasi tetapi tidak dimaksudkan sebagai materi promosi, sedangkan brosur membahas secara mendalam tentang barang yang dijual. Di sisi lain, leaflet cenderung berfokus lebih sempit pada aspek spesifik dari peristiwa atau informasi terbaru.

membagikan brosur
Membagikan brosur pamflet dan leaflet (image by pexels-cottonbro)

Kesimpulan dan Penutup

Merupakan praktik umum untuk merujuk pada brosur pamflet dan leaflet sebagai hal yang sama. Namun, ketika kita melihatnya lebih jauh, kita menemukan bahwa ketiganya (brosur pamflet dan leaflet) adalah entitas yang sangat berbeda.

Bahkan ada bisnis yang memproduksi ketiga barang tersebut, dan dalam arti lain, sebuah bisnis akan memiliki brosur untuk menjual produk tersebut. Pamflet, di sisi lain, adalah semacam informasi persuasif tentang perusahaan dan biasanya dipasang di luar atau di dalam perusahaan. Hal ini dilakukan agar masyarakat akan tertarik dengan perusahaan tersebut atau akan memiliki kesempatan untuk mencoba dengan perusahaan tersebut.

Di sisi lain, perusahaan juga mendistribusikan leaflet, yang biasanya ditemukan di lobi gedung kantor tempat mereka disimpan. Kamu seharusnya bisa membedakan ketiganya berdasarkan deskripsi, bukan?

Banyak perubahan dan perbaikan telah dilakukan pada brosur pamflet dan leaflet yang sering digunakan saat ini. Ini karena teknologi menjadi lebih kompleks, yang menghasilkan pendekatan desain dan pengeditan yang lebih baik.

Ketiga jenis media informasi yang berbeda ini (brosur pamflet dan leaflet) masing-masing memiliki tujuan yang unik dalam penggunaannya. Apalagi mengingat pesatnya perkembangan teknologi baru dan program editing yang ada saat ini. Ada sedikit keraguan bahwa masing-masing dari ketiganya akan lebih khas.

Nah, bagi Kamu yang sudah menjalankan bisnis atau sedang dalam proses memulai: Brosur pamflet dan leaflet adalah segala bentuk informasi cetak dan materi promosi yang dapat dibuat untuk perusahaan Kamu.

Leave a Comment

2 × 4 =